Belajar & Khidmah
Hadis Kewajiban Beriman dan Keutamaan Istiqamah di Atasnya
Jamuan Harian dari Sumber Ilmiah (Karya Ibrahim Muhammad Humaid dan Abdurrahman Abdullah Asy Syarif)
Sayyid Syadly
10/1/20241 min baca
Senin: Hidangan Hadits
Kewajiban Beriman dan Keutamaan Istiqamah di Atasnya
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ. قَالَ: «قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ»
Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku berkata, "Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku sebuah perkataan dalam Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada siapapun setelah Anda." Beliau ﷺ bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah', kemudian istiqamahlah." (HR. Muslim no. 38).
Penjelasan:
Sufyan radhiyallahu 'anhu meminta kepada Nabi ﷺ sebuah wasiat yang mencakup segala kebaikan, yang mengantarkan kepada keberuntungan, beliau ﷺ memerintahkannya dua hal:
Yang pertama: Beriman kepada Allah, yang mencakup semua hal yang wajib diyakini dari pokok-pokok iman dan rukunnya, serta apa yang menyertainya dari amalan hati, ketundukan kepada Allah, dan kepatuhan dengan amal saleh.
Yang kedua: Melakukan itu dengan terus menerus dan teguh sampai kematian.
Kedua hal ini adalah kunci keberuntungan dan keselamatan, sebagaimana firman Allah Ta'ala,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Rabb kami adalah Allah', kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf: 13-14).
Pelajaran yang bisa dipetik dari hadis ini:
1. Hadis ini adalah salah satu dari perkataan Nabi ﷺ yang singkat namun padat makna; karena kalimat ini, "Katakanlah: 'Aku beriman kepada Allah', kemudian istiqamahlah" mencakup seluruh perkara agama, baik dari segi akidah maupun syariat.
2. Kewajiban memahami hakikat iman, yang menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah: keyakinan dalam hati, perkataan dengan lisan, dan perbuatan dengan anggota tubuh, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.
Keutamaan istiqamah dan keteguhan di atas agama, serta balasan dari itu adalah surga.
